PENGARUH IMPLEMENTASI CORETAX TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK DI KOTA MAKASSAR
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi Coretax terhadap kepatuhan wajib pajak sebagai bagian dari upaya modernisasi administrasi perpajakan. Digitalisasi melalui Coretax diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pajak, terutama dari sisi kemudahan, kecepatan, akurasi, dan transparansi proses pelaporan serta pembayaran pajak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Coretax berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak, yang berarti semakin baik penerapan sistem digital tersebut, semakin tinggi tingkat kepatuhan wajib pajak dalam melaksanakan kewajibannya. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa penguatan sistem administrasi perpajakan berbasis teknologi merupakan strategi penting dalam meningkatkan kepatuhan dan efektivitas layanan perpajakan di Indonesia.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Azmi, A. A. C., & Kamarulzaman, Y. (2010). Adoption of tax e-filing: A conceptual paper. African Journal of Business Management, 4(5), 599–603.
Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340. https://doi.org/10.2307/249008
Direktorat Jenderal Pajak. (2022). Laporan Tahunan DJP: Implementasi Coretax dalam Reformasi Perpajakan. Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Direktorat Jenderal Pajak. (2023). Laporan Kinerja DJP 2023. Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Gujarati, D. N., & Porter, D. C. (2009). Basic Econometrics (5th ed.). McGraw-Hill.
Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2019). Multivariate Data Analysis (8th ed.). Cengage Learning.
Joshi, A., Kale, S., Chandel, S., & Pal, D. K. (2015). Likert scale: Explored and explained. British Journal of Applied Science & Technology, 7(4), 396–403. https://doi.org/10.9734/BJAST/2015/14975
Kirchler, E., Hoelzl, E., & Wahl, I. (2008). Enforced versus voluntary tax compliance: The slippery slope framework. Journal of Economic Psychology, 29(2), 210–225. https://doi.org/10.1016/j.joep.2007.05.004
Kurniawan, D., & Nugroho, V. (2021). Kepatuhan wajib pajak: Pelayanan pajak, pengetahuan perpajakan, dan ketegasan sanksi pajak. Jurnal Multiparadigma Akuntansi, 3(3), 1038–1047.
Muturi, W., & Kiarie, N. (2015). Effects of online tax system on tax compliance among small taxpayers in Meru County, Kenya. International Journal of Economics, Commerce and Management, 3(12), 280–297.
OECD. (2021). Tax Administration 3.0: The Digital Transformation of Tax Administration. OECD Publishing.
Saputra, W. (2020). The impact of e-filing system on tax compliance in Indonesia: An empirical study. Journal of Taxation and Regulation, 5(1), 12–25.
Suparman, A., & Rahmawati, D. (2020). Pengaruh e-filing dan e-billing terhadap kepatuhan wajib pajak di Indonesia. Jurnal Perpajakan Indonesia, 5(2), 120–135.
Yusof, N. A., Ling, L. M., & Bee, N. G. (2018). Digital tax system and taxpayer compliance: A comparative study. International Journal of Public Administration, 41(9), 749–762.